Selasa, 20 Oktober 2009

Percaya akan hari depan

Pada tahun 1918, sesudah perang dunia 1, beberapa perwira Amerika yang ditugaskan di Perancis memperhatikan bahwa beberapa prajurit membeli mata uang German (Mark) dengan harga yang sangat murah. Uang itu di dapat oleh orang-orang Arab dari tentara German yang telah meninggal dunia dalam pertempuran. Perwira-perwira itu bertanya kepada prajurit-prajurit itu, "mengapa dan buat apa kamu membeli uang logam itu ? Tidak ada gunanya". Prajurit-prajurit itu menjawab: "ksmi sksn ke German dalam beberapa waktu mendatang nanti". Beberapa minggu kemudian, perwira-perwira itu melihat prajurit-prajurit itu menggunakan Mark itu di toko-toko untuk membeli untuk membeli barang-barang di sepanjang tepi sungai Rhine.
Kepercayaan dan keyakinan untuk ari depan untuk mendapatkan kemenangan atas peperangan kerohanian dinyatakan dengan jelas.

(English language)
In 1918, after the 1st world war, some American officers stationed in France noticed that some soldiers buy currencies Germany (Mark) with a very low price. The money was in the can by the Arabs from Germany soldiers who have died in battle. The officers asked the soldiers, "why and why did you buy the coin? It's no use". The soldiers replied: "We'll go to Germany in a few days to come later". A few weeks later, the officers saw the soldiers were using Mark's in the shops to buy to buy the goods along the river Rhine.

Trust and confidence for the future epidermis to obtain victory over spiritual warfare clearly stated.